Senin, 01 Juli 2013

Arthropoda part Protozoa


Tugas Individu
PARASITOLOGI
ARTHROPODA


OLEH :

NAMA                                       : AHMATULLAH
STAMBUK                               : 12-071-014-064
KELAS                                      : B


PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR
2013
1.      Definisi
Arthropoda adalah binatang yang kakinya beruas-ruas termasuk juga bagian perut (abdomen) dan dada (toraks) yang beruas-ruas.
2.      Kelas Artropoda
Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu:
1.
Kelas Crustacea (golongan udang).
2.
Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba).
3.
Kelas Myriapoda (golongan luwing).
4.
Kelas Insecta (serangga).


Perbedaan dari masing-masing kelas akan dijelaskan berikut ini. Perhatikan tabelnya!
CIRI
KELAS
1. Crustacea
2. Arachnida
3. Myriapoda
4. Insecta
Tubuh
a.
Mempunyai rangka yang keras
b.
Terdiri atas 2 bagian : kepala-dada dan perut

Terdiri atas 2 bagian : kepala-dada dan perut
a.
Chilopoda: kepala dan badan gepeng (dorso ventra)
b.
Diplopoda : kepala dan badan silindris

Terdiri atas kepala, dada dan abdomen (perut)
Kaki
1 pasang pada setiap segmen tubuh
4 pasang pada kepala - dada
1 pasang atau 2 pasang pada setiap ruas
3 pasang pada dada atau tidak ada
Sayap
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
2 pasang atau tidak ada
Antena
2 pasang
Tidak ada
a.
Chilopoda : 1 pasang dan panjang
b.
Diplopoda : 1 pasang dan pendek

1 pasang
Organ Pernafasan
Insang atau seluruh permukaan tubuh
Paru-paru buku
Trakea
Trakea
Tempat hidup
Air tawar, air laut
Di darat
Di darat
Di darat
3.      Kelas arthropoda terdiri dari beberapa ordo, diantaranya :
  1. Ordo Diphtera, contoh : nyamuk dan lalat.
  2. Ordo Siphonaptera, contoh : pinjal tikus, pinjal kucing dsb
  3. Ordo Anoplura/ phtiraptera, contoh : kutu kepala, kutu dada, dan kutu kemaluan
  4. Ordo Orthoptera, contoh : kecoak dsb
            Arthropoda yang dapat menjadi vektor penyakit dalam hal ini yang akan dibahas tidak mencakup keseluruhan tetapi yang akan dibahas adalah beberapa  arthropoda sebagai vektor penyakit. Adapun jenis artrhopoda yang dimaksud berasal dari kelas insecta, myriapoda khususnya  dan dari ordo diptera. Phtiraptera dan diphtera seperti yang tersebut di atas, diantaranya : kecoak, lalat, kutu, dan pinjal.

4.      Family Arthropoda



a.       Antena terdiri dari banyak setose sendi, meruncing ke ekstremitas dan lebih panjang dari tubuh. Terminal sendi bersatu dalam kelompok tujuh.
b.      Palpi rahang terdiri dari enam sendi. Tiga sendi terminal yang bengkok.
c.       Mata. Sederhana menurut Packard, besar dan hitam, bersebelahan dalam genus ini, tapi kecil dan luas terpisah Lepisma. Bagian dijelaskan di atas ditanggung atas kepala, yang jelas ditandai dari thorax. Yang terakhir ini terdiri dari tiga somit ekstremitas-bantalan seperti dalam semua Insecta, tetapi tidak jelas ditandai oleh penyempitan dari perut yang memiliki sepuluh somit.
d.      Kaki anterior atau prothoracic. Prothorax besar dan melengkung.
e.       Meso-toraks, atau pasangan tengah, dan f. Meta-toraks, atau posterior pasangan, anggota badan.
f.       Anggota badan ini di Machilis beruang pada sendi basal mereka embel-embel silinder pendek ditutupi dengan rambut kaku dan erat menyerupai pelengkap silinder perut. Proses tersebut dapat dilihat memproyeksikan di depan anggota badan yang sesuai. Dalam Scolopendrella, sebuah Myriapod (? Insect) diklasifikasikan oleh Packard dengan Thysanura, ada embel serupa internal ke basis masing-masing dua puluh dua anggota badan. Bisa dicatat juga bahwa Scolopendrella setuju dengan Ca? Npodea antara Thysanura, dan dengan Collembola dalam memiliki kedua rahang dan maxillae tenggelam di kepala.
g.      Yang pertama dari sepuluh somit menyusun perut. Permukaan ventral masing-masing, kecuali yang pertama, beruang sepasang pelengkap silinder setose. Pasangan terakhir adalah besar. Mereka digerakkan oleh hewan seperti berjalan. Dalam Lepisma saccharina pelengkap ini hadir hanya pada dua somit terakhir, dan diwakili pada somit anterior oleh kelompok-kelompok rambut kaku. Di Cam-podea dan Iapyx mereka absen pada somit kedelapan dan kesembilan. Mereka muncul untuk mewakili kaki perut. Kaki tersebut hadir dalam banyak Serangga embrio, dan pada larva Lepidoptera, Tenthredinidae, dan Panorpatae dikembangkan menjadi proleg pada lebih atau kurang dari somit perut. Dapat dicatat bahwa dalam Machilis betina memiliki, selain rupanya ke tungkai perut, dua pelengkap, pada somit kedelapan dan kesembilan, yang merupakan ovipositor. Karena tidak ada alasan untuk meragukan homologi proses ini dengan bagian-bagian dari ovipositor yang sama ditemukan di banyak lainnya perempuan Insecta, homologi mereka dengan kaki tampak ragu-ragu, dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
h.      Median
i.        Filamen ekor Lateral milik somite kesepuluh. Filamen lateral mungkin homolog dengan tungkai perut hadir pada somit sebelumnya.
j.         Terakhir dan memanjang sepasang tungkai perut. Anatomi Collembolan a. Sommer, Macrotoma plumbea, Z. W. Z. xli. 1885.



5.      SPESIES ARTROPODA Yaitu sbb :
Secara umum pengaruh artrhopoda bagi kesehatan manusia, sebagai berikut :


6.      Arthropoda Sebagai Penyebab Penyakit
            Arthropoda sebagai penyebab penyakit dimana arthropoda dapat menyebabkan penyakit tanpa perantara penular penyakit dalam artian secara langsung, bisa berupa gangguan langsung maupun tidak langsung serta kendala lainnya. Pada umumnya semua jenis arthropoda dapat menyebabkan penyakit , salah satunya adalah entomophoby (rasa takut) ini tergantung dari orang yang mengalami rasa takut terhadap jenis arhtropoda tertentu. Berikut penyakit yang disebabkan oleh arthropoda tersebut, yaitu :
a.       Entomophoby, yaitu rasa takut yang berlebihan terhadap arthropoda yang meskipun tak berbahaya tetapi dapat menimbulkan suatu gangguan jiwa dan kadang-kadang halusinasi sensoris
b.      Annoyance, yaitu merasa terganggu oleh arthropoda
c.       Kehilangan darah, yaitu disebabkan oleh gigitan arthropoda sehingga menimbulkan kekurangan darah terutama pada hewan ternak
d.      Kerusakan alat indera, disebabkan oleh arthropoda pada saat melakukan perjalanan dengan kendaraan maka seringkali arthropoda masuk ke dalam indera kita terutama mata sehingga akan menimbulkan luka pada mata
e.       Racun serangga, yaitu manusia sering mengalami sengatan oleh arthropoda yang biasa mengeluarkan bisanya
f.       Dermathosis, yaitu dengan gigitannya akan menimbulkan iritasi pada kulit
g.      Alergi, yaitu kepekaan yang berlebihan (hypersensitivitas) terhadap protein yang berasal dari tubuh serangga/ produk yang dihasilkan oleh serangga
h.      Miyasis, yaitu keberadaan larva serangga pada jaringan tubuh manusia.
7.      Arthropoda Sebagai Vektor Penular Penyakit :
            Arthropoda sebagai vektor (penular) penyakit berarti arthropoda yang dapat memindahkan suatu penyakit dari orang yang sakit terhadap orang yang sehat dimana dalam hal ini arthropoda secara aktif menularkan mikroorganisme/ bibit penyakit seperti kuman, virus, protozoa, cacing dsb dari penderita kepada orang yang sehat dan juga sebagai tuan rumah perantara dari mikroorganisme tersebut, contoh arthropoda : nyamuk, lalat, kutu, kecoak dsb. Penularan ini dapat terjadi secara biologik (langsung) dan mekanik (tidak langsung).
1)      Penularan Penyakit Secara Langsung
Penularan ini disebut juga Biological Transmission. Bila di dalam arthropoda mikroorganisme penyebab penyakit mengalami perubahan bentuk  atau jumlah atau sifatnya di dalam tubuh arthropoda, maka arthropoda bertindak sebagai vektor penyakit secara biologi.

Terdapat 4 jenis penularan, yaitu :
a)          Propagative, hama penyakit berkembang biak dengan jalan membagi diri tanpa siklus, contoh : penyakit DBD ditularkan nyamuk Aedes aegepty yang terdapat sporozit(mikroorganisme) di dalamnya.
b)         Cyclo Propagative, hama penyakit berkembang biak selain dengan cara membagi diri juga mengalami siklus hidup, contoh : nyamuk Anopheles sebagai vektor penyakit malaria.
c)          Development, Hama penyakit berkembang dengan cara membesar tanpa membagi-bagi diri, contoh : nyamuk Culex membawa cacing filaria sebagai vektor penyakit filariasis.
d)         Hereditaria, Hama penyakit ditularkan kepada penderita lain dengan melalui telurnya
2)       Penyakit yang ditimbulkan secara mekanik
Secara mekanik, penularan dapat ditimbulkan melalui kaki, muntahan, ludah atau bagian tubuh yang nampak dari arthropoda dsb , contoh : bakteri penyebab penyakit Thypus Abdominalis, bakteri penyebab penyakit kolera, dan bakteri e. coli penyebab penyakit disentri.
Selain itu, Berikut adalah penjelasan singkat mengenai golongan penyakit berdasarkan faktor kehidupannya, yaitu :
a.       Penyakit dengan 2 faktor kehidupan (manusia-athropoda), keadaan ini disebut penyakit yang diakibatkan oleh pengaruh langsung arthropoda terhadap manusia, contoh miyasis.
b.      Penyakit dengan 3 faktor kehidupan (manusia-arthropoda vektor-kuman(mikroorganisme lainnya)), keadaan ini merupakan gambaran umum penyakit pada dasarnya merupakan tuan rumah dan arthropoda sebagai vektor bagi kuman, contoh : penyakit DBD.
c.       Penyakit dengan 4 faktor kehidupan (manusia-arthropodavektor-kuman-reservoir), keadaan penyakit ini disebut dengan zoonosis yaitu penyakit yang pada awalnya ditularkan kepada hewan selain arthropoda dan kemudian dapat ditularkan kepada manusia.  demam kuning (yellow fever) yang asal mulanya ditularkan pada kera dimana penyakit ini vektornya nyamuk Aedes aegepty
Ø  Cara bibit Penyakit masuk ke dalam tubuh manusia
Adapun cara bibit penyakit masuk ke dalam tubuh manusia, diantaranya:
a.       Bibit penyakit masuk melalui sekresi dan kelenjar saliva (ludah) pada waktu menggigit.
b.      Bibit penyakit dapat masuk dari muntahan isi perut (abdomen).
c.       Bibit penyakit dapat masuk melaui/berasal dari kotoran dan masuk melalui luka pada waktu menggaruk.
d.      Bibit penyakit dapat masuk melalui serangga yang tergaruk pada waktu menggigit.
            Pengaruh arthropoda yang dapat menimbulkan penyakit seperti yang dijelaskan di atas, maka kita perlu mengetahui jenis-jenis arthropoda yang dapat mengakibatkan hal tersebut lewat identifikasi ciri-ciri, morfologi dan bibit penyakit yang dibawa oleh arthropoda yang meliputi, kecoak, lalat, nyamuk, kutu dan pinjal. Selain itu, vektor hanya dapat membawa bibit penyakit (protozoa, bakteri, cacing dsb) jika kualitas lingkungan kurang/ tidak sehat, maka dalam aplikasinya lingkungan hidup perlu disehatkan oleh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar